Total Tayangan Laman

Rabu, 19 September 2012

Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung dan Cermin Cembung


LAPORAN DEMONSTRASI
PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN
CEKUNG DAN CEMBUNG
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 2
Dosen Pengampu : Hj. Warsiti, S.Pd,  M.Pd.
 







                                                                                                 



OLEH  :

Meilyani Wiguna                   ( K7110543 )
Muh. Fatkhu Rohman A.     ( K7110544 ) 
Rokhimi                                 ( K7110560 )
Sofia Apriyati                        ( K7110563 )
Yolanda Ariska P.                 ( K7110577 )

SEMESTER III B


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

1.        Tujuan
a.         Menunjukkan sifat bayangan benda jika dipantulkan pada cermin cekung.
b.         Menunjukkan sifat bayangan benda jika dipantulkan  pada cermin cembung.

2.        Landasan Teori
Cahaya digolongkan sebagai suatu bentuk radiasi. Radiasi adalah sesuatu yang memancar  keluar dari suatu sumber tetapi bukan merupakan zat. Cahaya dapat dilihat mata manusia. Cahaya termasuk  gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya adalah medan listrik dan medan magnetic. Getaran ini tegak lurus terhadap arah perambatan cahaya, sehingga cahaya termasuk gelombang transversal.  Kelajuan gelombang ini adalah   300 juta m/s. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 108 m/s.
Untuk lebih jelasnya, akan dibahas tentang perbedaan kaca, cermin, dan lensa supaya memudahkan kita dalam mempelajari pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cembung. Kaca merupakan suatu benda bening dan mengkilap. Cermin merupakan suatu benda yang salah satu permukaannya bening dan salah satunya tertutup. Sedangkan lensa merupakan benda bening seperti kaca yang kedua permukaannya cekung atau cembung.
Hukum pemantulan cahaya dikemukakan oleh W. Snellius, menurutnya apabila seberkas cahaya mengenai permukaan bidang datar yang rata, maka akan berlaku aturan-aturan sebagai berikut :
1. Sinar datang (sinar jatuh), garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
1-pemantulan-cahaya2. Sudut sinar datang (sinar jatuh) selalu sama dengan sudut sinar pantul (sudut i = sudut r )





Pemantulan pada cermin cekung dan cembung
a.         Hukum pemantulan juga berlaku pada cermin cekung.
Tiga sinar istimewa pada cermin cekung adalah:
Ø Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus
5-cermin-cekung-a






Ø Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama
6-cermin-cekung-b






Ø Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga
7-cermin-cekung-c







                                                                                                


b.         Hukum pemantulan juga berlaku pada cermin cembung.
Tiga sinar istimewa pada cermin cembung adalah:
Ø Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus
2-cermin-cembung-a







Ø 
3-cermin-cembung-b

Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama

Ø Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga
4-cermin-cembung-c










Sifat-Sifat Bayangan pada Cermin Cekung
a.       Pada ruang 1 atau bila cermin didekatkan dengan benda :
·         Maya
·         Tegak
·         Diperbesar
b.      Pada ruang II atau cermin dijauhkan sedikit dengan benda :
·         Nyata
·         Terbalik
·         Diperbesar
c.       Pada ruang III atau cermin dijauhkan dengan benda :
·         Nyata
·         Terbalik
·         Diperkecil
Sifat Sifat Bayangan pada Cermin Cembung :
Pada benda jauh maupun dekat sifat bayangannya sama, yaitu Maya, Tegak, Diperkecil.
Hubungan Jarak Fokus, Jarak Benda, dan Jarak Bayangan
14-rumus-a15-rumus-bAtau


Keterangan:
f : jarak fokus cermin
s : jarak benda ke cermin
s’ : jarak bayangan ke cermin
R : pusat kelengkungan cermin

Perbesaran Bayangan pada Cermin

16-rumus-cKeterangan:
M : perbesaran bayangan
h’ : tinggi bayangan benda
h : tinggi benda
s’ : jarak bayangan benda ke cermin
s : jarak benda ke cermin
3.        Alat dan Bahan
a.       Percobaan Pemantulan pada Cermin Cekung
1)        Cermin cekung
2)        Lilin
3)        Korek api
4)        Buku (sebagai layar)
b.      Percobaan Pemantulan pada Cermin Cembung
1)      Cermin Cembung
2)      Lilin
3)      Korek Api

4.      Langkah-Langkah
a.       Percobaan Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung
1)      Nyalakan lilin menggunakan korek api
2)      Dekatkan cermin cekung kepada lilin dengan jarak 2cm, 4cm, dan 6cm.
3)      Amatilah bayangan cahaya lilin pada layar dengan jarak-jarak tersebut.
4)      Bandingkanlah ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran cahaya bayangan lilin yang terbentuk pada layar
5)      Umpamakan Ruang I berada pada ukuran 2cm, Ruang II berada pada ukuran 4cm, dan Ruang III berada pada ukuran 6cm.
6)      Amatilah bayangan cahaya lilin yang terbentuk pada layar

b.      Percobaan Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung
1)        Nyalakan lilin menggunakan korek api
2)        Dekatkan lilin ke cermin cembung
3)        Amatilah bayangan cahaya lilin pada cermin cembung
4)        Bandingkanlah ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran bayangan cahaya lilin
5)        Setelah itu, jauhkanlah lilin dari cermin cembung
6)        Amatilah bayangan cahaya lilin pada bagian cermin cembung
7)        Bandingkanlah ukuran cahaya lilin asli dengan ukuran bayangan cahaya lilin




5.      Hasil pengamatan
a.       Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cekung :
d.      Pada ruang 1 atau pada jarak 2cm : Maya, Tegak, Diperbesar
e.       Pada ruang II atau pada jarak 4cm : Nyata, Terbalik, dan Diperbesar.
f.       Pada ruang III atau pada jarak 6cm : Nyata, Terbalik, Diperkecil
b.      Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cembung : jarak jauh atau dekat sifat bayangan pada cermin cembung tetap sama yaitu Maya, Tegak, Diperkecil.

6.      Pembahasan
a.       Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cekung :
Saat lilin berada dekat dengan cermin cekung, bayangan  cahaya lilin yang terbentuk ialah cahaya lilin terlihat semu, ukurannya lebih besar dan posisinya tegak. Saat lilin dijauhkan dari cermin cekung, bayangan cahaya lilin yang terbentuk ialah nyata dan posisinya terbalik, sedangkan ukurannya dapat diperbesar dan diperkecil sesuai dengan jarak cermin dengan lilin.
b.      Percobaan pemantulan cahaya pada cermin cembung :
 Saat lilin berada dekat dengan cermin cekung, bayangan  cahaya lilin yang terbentuk ialah cahaya lilin terlihat semu, ukurannya lebih Diperkecil dan posisinya tegak. Saat lilin dijauhkan dari cermin cekung, bayangan cahaya lilin yang terbentuk ialah tetap terlihat semu, ukurannya Diperkecil, dan Tegak.

7.        Kesimpulan
a.       Cermin Cekung :
1)        Bayangan cahaya lilin yang terbentuk saat dijauhkan dan didekatkan dengan cermin cekung menunjukkan bahwa jarak benda berpengaruh pada pembentukan bayangan benda saat dipantulkan pada cermin cekung.
2)        Jika letak benda dekat dari cermin cekung, maka bayangan yang terbentuk semu, lebih besar, dan tegak
3)        Jika letak benda jauh dari cermin cekung, maka bayangan yang terbentuk  nyata (sejati) dan terbalik.
4)        Bayangan nyata dapat diketahui dengan bantuan layar, misalnya buku.


b.      Cermin Cembung :
1)        Bayangan cahaya lilin yang terbentuk saat dijauhkan dan didekatkan dengan cermin cembung menunjukkan bahwa jarak benda tidak berpengaruh pada pembentukan bayangan benda saat dipantulkan pada cermin cembung.
2)        Benda di muka cermin cembung memiliki bayangan yang selalu semu, lebih kecil, dan tegak seperti bendanya.

8.      Cermin Cekung dan Cembung dalam Kehidupan Sehari-hari :
a.       Cermin Cekung :
1)        Kaca rias
Cermin cekung dengan fokus yang besar dapat dijadikan kaca rias, karena menghasilkan bayangan yang diperbesar
2)        Parabola
Cermin cekung banyak digunakan sebagai parabola karena sifatnya yang mengumpulkan gelombang
3)        Teropong
Cermin cekung digunakan pada teropong pantul pengganti lensa okuler
b.      Cermin Cembung
Cermin cembung memiliki sifat selalu membentuk bayangan yang tegak, maya dan diperkecil, sehingga cermin ini mampu membentuk bayangan benda yang sangat luas. Dengan sifat ini maka cermin cembung banyak digunakan pada:
- kaca spion pada kendaraan
- kaca pengintai pada supermarket
                   - kaca spion pada tikungan jalan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar