Seperti kita ketahui, saat ini
lembaga-lembaga pendidikan sudah mengembangkan sistem pendidikan yang berorientasi pada
bagaimana anak didik dapat berfikir kritis
dan kreatif sehingga mampu
menemukan sendiri pengetahuan-pengetahuan baru. Oleh karena itu maka pendidik harus mampu dengan segala cara untuk
membangkitkan kepada anak tentang hal tersebut.
Pembelajaran kritis merupakan proses dimana manusia
berpartisipasi secara kritis dalam aksi perubahan. Kemampuan berpikir kritis
merupakan kemampuan yang sangat esensial dan berfungsi efektif dalam semua
aspek kehidupan lainnya. Jadi, pembelajaran kritis adalah agen untuk melakukan
perubahan tatanan sosial guna membentuk masyarakat baru (berbeda dan lebih
baik), yaitu dengan menjadikan pembelajaran sebagai pilot project, berarti kita
berbicara tentang sistem pemberdayaan yang menyeluruh dan melampaui batas-batas
teori dari doktrin tertentu dan yang tersedia, serta berbicara tentang
keterkaitan antara teori dan permasalahan yang dihadapi. Pembelajaran kritis
mensyaratkan prinsip-prinsip pembelajaran yang bertujuan untuk memanusiakan
manusia. yaitu merupakan proses dimana pendidik membantu peserta didik untuk
mengenal dan mengungkap kehidupan yang senyatanya secara kritis.
Pada dasarnya, semua anak itu kreatif. Guru hanya perlu
menyediakan lingkungan yang benar untuk membebaskan seluruh potensi kreatifnya.
Guru diharapkan dapat memberikan stimulasi pada anak sehingga terjadi proses
pembelajaran yang berpusat pada anak. Stimulasi dapat
diberikan adalah dengan cara memberikan kesempatan pada anak untuk menjadi
kreatif.
Problem solver adalah kemampuan untuk memecahkan suatu
masalah yang diberikan. Cara untuk menjadikan anak sebagai
problem solver dapat dilakukan dengan kegiatan memberikan stimulus berupa
masalah-maslah yang perlu diselesaikan kemudian memberikan kesempatan kepada
anak untuk memahami nilai dan untuk bekerja sama untuk mengkolaborasikan
ide-ide mereka. Hal ini bertujuan agar anak dapat menyelesaikan masalah yang
dihadapi dengan baik.
Teori hemisphere adalah teori
yang menjelaskan tentang belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Belahan otak
kanan adalah belahan otak yang berfungsi dalam hal berkreativitas sedangkan
belahan otak kiri berperan dalam kegiatan motorik (motor sequence)
yaitu berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian dan matematika.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teori Hemisphere sangat
berpengaruh terhadap perkembangan kretivitas anak sehingga anak tersebut
menjadi anak yang berbakat. Selain itu, bagi guru teori Hemisphere juga dapat
digunakan untuk mendidik anak supaya berpikir kritis, kreatif, serta problem
solver.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar